Jakarta,
penghargaan
16 tahun Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK)
telah memilih dua pemenang yang berkategorikan prosa dan puisi. Panitia
KSK mengumumkan penganugerahan karya-karya tersebut pada kamis (3/11) di Atrium
Plaza Senayan, Jakarta.
Dalam pemilihan sepuluh besar
nominasi hingga lima besar nominasi, bahkan hingga terpilihnya dua pemenang,
tim juri KSK tidak sembarang memilih karya dan selalu independen di setiap
tahunnya.
Pada tahun ini, karya-karya yang
masuk nominasi lima besar KSK yaitu ‘O’ karya Eka Kurniawan, ‘Si Janggut
Mengencingi Herucakra’ karya A.S.Laksana, ‘Raden Mandasia si Pencuri Daging
Sapi’ karya Yusi Avianto Pareanom, ‘Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-pohon?’
karya Eko Triono, dan ‘ Genduk’ karya Sundari Mardjuki.
Sementara dalam bidang puisi yang
berhasil masuk dalam lima nominasi terbaik KSK adalah ‘Ibu Mendulang Anak
Berlari’ karya Cyntha Hariadi, ‘Sergius Mencari Bacchus’ karya Norman Erikson
Pasaribu, ‘Kawitan’ karya Ni Made Purnama Sari, ‘Buku Tentang Ruang’ karya
Avianti Armand, dan ‘Playon’ karya F. Aziz Manna.
Akhirnya pada pengumuman
penganugerahan KSK yang memenangi ajang tahunan sastra tersebut ialah Novel
Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom dengan kategori
prosa dan Playon karya F. Aziz Manna yang bergenre puisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar